Outdoor Learning: Observasi Pembelajaran di SD YPPK Santo Yosep Tipuka dan Taman Pintar Tipuka
Kampung Tipuka, Kabupaten Mimika, Papua Tengah 5/3/26 — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris semester IV dari Kampus STKIP HERMON TIMIKA melakukan kegiatan observasi pembelajaran di SD YPPK Santa Yosep Tipuka dan Taman Pintar Tipuka pada Kamis, 5 Maret 2026. Kegiatan yang didampingi oleh dosen pengampu Mata Kuliah English for Young Learners (EYL), Deasy Natalia Lessu, S.Pd.,M.Hum. ini bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata mengenai proses pembelajaran Bahasa Inggris serta tantangan pendidikan di wilayah pinggiran.
Kedatangan kelompok mahasiswa disambut oleh Wakil Kepala Sekolah dan beberapa guru. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa melakukan observasi langsung pada saat proses belajar-mengajar di dalam kelas 4 dan 5, melakukan wawancara dengan para guru, serta mengamati kondisi lingkungan sekolah dan aktivitas belajar para siswa.
Berdasarkan hasil pengamatan, para guru berupaya menciptakan suasana pembelajaran yang aktif dan menyenangkan melalui pendekatan Pendidikan berbasis budaya lokal. Guru mengajak siswa menyanyikan lagu daerah seperti “Airu Mimika” dan mengajarkan Tari Seka yang biasanya dilakukan pada hari Jumat, serta menyesuaikan penggunaan bahasa (penggunaan Bahasa sehari-hari Papua) agar materi pelajaran lebih mudah dipahami oleh siswa.
Pada saat kegiatan observasi berlangsung, guru memanfaatkan Lembar Kerja Siswa (LKS) serta media gambar sebagai sarana pembelajaran untuk meningkatkan partisipasi siswa. Proses belajar juga diakhiri dengan evaluasi interaktif dan sesi bernyanyi bersama guna menumbuhkan semangat belajar siswa.
Namun demikian, para guru menghadapi sejumlah tantangan dalam proses pembelajaran. Salah satu tantangan utama adalah tingkat kehadiran siswa yang tidak menentu. Siswa terkadang tidak dapat mengikuti kegiatan belajar karena harus membantu orang tua mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut menyebabkan guru perlu melakukan pengulangan materi atau repetition agar siswa yang tidak hadir tetap dapat memahami materi pelajaran yang telah diberikan. Selain itu, terdapat pula beberapa siswa yang kurang fokus atau kurang aktif selama proses pembelajaran berlangsung, sehingga guru harus berupaya lebih untuk menjaga keterlibatan seluruh siswa di dalam kelas.
Setelah kegiatan observasi di sekolah selesai, rombongan mahasiswa melanjutkan kunjungan ke sebuah tempat belajar yang dikenal sebagai Rumah Pintar. Tempat tersebut difokuskan untuk membantu anak-anak dalam mengembangkan kemampuan dasar membaca, menulis, dan menghitung. Anak-anak yang telah selesai mengikuti kegiatan belajar di sekolah dianjurkan untuk datang dan belajar di tempat tersebut. Bahkan anak-anak yang belum bersekolah juga diperbolehkan untuk ikut belajar.
Sasaran utama dari kegiatan observasi ini ialah mahasiswa akan melaksanakan praktik mengajar untuk anak-anak baik di sekolah maupun di Taman Pintar (sebagai kegiatan belajar tambahan – ekstrakurikuler).
Kegiatan observasi ini memberikan pengalaman belajar di luar kelas (Outdoor Learning) langsung bagi mahasiswa mengenai kondisi pendidikan di daerah pinggiran seperti Tipuka yang memiliki tantangan tersendiri dibandingkan dengan wilayah perkotaan. Meskipun menghadapi berbagai kendala dalam proses pembelajaran, semangat belajar yang ditunjukkan oleh para siswa dan semangat mengajar yang dilakukan para guru menjadi harapan bagi perkembangan pendidikan di masa depan.
(Penulis: Ade Rafiqa Ruhuputty)

